skip to main |
skip to sidebar
apakah orang perlu impian?
Perlu atau tidak ya...?Apa anda suka sepakbola?Anda paham kan kalo sepakbola itu butuh gawang?Bayangkan kalao sebuah pertandingan sepakbola antara AC Milan lawan Persija Jakarta.Siapa yang menang??Jelas....TIDAK ADA YANG MENANG!!Karena memang tidak ada gawangnya!!Nah, kira-kira itulah gambaran impian.Impian adalah gawang kita...tujuan kita...target kita....keinginan kita...cita-cita kita...Apa yang tak nampak dalam kehidupan kita sekarang..Namun kita yakin bahwa TAK ADA YANG TAK MUNGKIN DI DUNIA INI.Sehingga kita berusaha meraihnya..Jangan takut bermimpi.Ciptakan gambaran-gambaran kehidupan anda ke depan dalam pikiran anda.Berimajinasilah!!
Mari berbicara tentang Impian......
Hai sobat...Tuhan menciptakan kamu dengan pikiran yang luar biasa dan kamu juga memiliki potensi yang tak ternilai di dalam dirimu. Namun, kamu hanya akan berprestasi dalam hidup ini ketika kamu mulai bekerja keras dan menyadari bahwa apa yang sudah kamu miliki saat ini bukan hanya sekadar kebetulan atau keberuntungan belaka. Jadi, raihlah impianmu dengan kerja keras yang disertai dengan .Sebagai manusia yang memiliki hati dan pikiran, kita bebas untuk memilih apa saja dalam hidup ini. Namun satu hal yang perlu kamu ingat. Kita tidak bisa memindahkan tanggungjawab kita untuk ditanggung oleh Tuhan atau orang lain karena kita harus menanggungnya sendiri. Kamu ingin meraih impianmu atau tidak, semuanya terserah kamu. Namun, yang pasti aku akan selalu agar yang terbaik yang terjadi dalam hidupmu.Sobat...Jangan pernah menyerah pada apa pun juga sebelum kamu mencobanya ketika kamu sedang meraih impianmu. Tidak ada alasan bagimu untuk menyerah. Orang yang gagal selalu mencari-cari alasan tapi orang yang mau berhasil selalu mencari jalan keluar. Tahukah kamu bahwa berhasil di dalam hidup ini tidak hanya sekadar berada pada tempat dan waktu yang tepat tapi juga berada pada tempat dan waktu yang salah, namun tidak pernah menyerah.Kamu boleh memiliki impian yang besar tetapi tanpa semangat, kerja keras, ketabahan hati, tahan uji, pantang menyerah dan bersandar kepada Tuhan, maka impianmu itu hanyalah sebuah fantasi atau khayalan belaka. Kamu tidak akan pernah melihat impianmu itu menjadi nyata dalam hidupmu. Yang ada kamu hanya bisa menikmati impianmu dalam pikiran atau imajinasimu saja. Pikirkanlah ini….Sobat...Ketika kamu mulai putus asa, ragu, lelah atau hampir diambang kegagalan, ingatlah kembali akan impian yang ingin kamu raih. Impianmu itu akan menjadi sumber inspirasi yang akan selalu menguatkan kamu dan memberi kamu sebuah motivasi yang besar. Hidup ini memang keras tapi bukan berarti kamu harus menyerah begitu saja tanpa mencoba cara yang lain. Biarlah kesuksesan yang kamu temukan pada diri orang lain menjadi cambuk untuk kamu bangkit kembali. Kalau mereka bisa berhasil kenapa kamu tidak bisa seperti mereka. Bukankah Tuhan selalu menyertai kamu?Jangan pernah takut untuk meraih impianmu. Ketakutan akan berkata lari, tetapi keberanian menghentikannya dan menggantikannya dengan kata "berjuang kembali sampai selesai". Keberanian hanya akan lahir dari hatimu ketika kamu memiliki tujuan [visi] dari setiap langkah kakimu. Ingat, Tuhan akan menolong kamu jika kamu mau menolong dirimu sendiri. Iman yang kamu miliki akan menghapus setiap keraguan, kekuatiran, ketakutan, keputus asaan, kelelahan dan kegagalanmu.Sobat...Disaat semuanya terlihat gelap, kamu harus tetap melihat sisi terangnya kehidupanmu. Milikilah iman dan pengharapan dalam meraih impianmu. Dua kata ini melebihi arti sebuah kata yaitu optimis. Dan yang membentuk percaya diri adalah sikap hatimu terhadap rasa percaya diri itu sendiri. Teruslah melangkah maju dan mengejar impianmu. Inilah saatnya impianmu yang lama terkubur dipikiranmu menjadi sebuah kenyataan. Aku akan selalu berdoa untukmu agar kamu bisa berhasil dalam setiap meraih semua impianmu.www.kapanlagi.com
Jadi orang yang lebih baik. Sound klise?Masak sich?Memangnya sudah pernah mencoba menjadi orang yang lebih baik?
Satu hal yang perlu diingat,jangan pernah meremehkan segala sesuatu.termasuk sebuah kata singkat ini:be a better person. Kalau kita pahami bener-bener artinya dalaem dan bagus banget. Nggak usah jauh-jauh untuk berusaha menjadi orang yang lebih baik sehingga disukai oleh banya orang. Kita persembahkan itu buat diri kita dulu deh. Tanya ke diri kamu,kamu pengen menjadi orang yang lebih baik seperti apa sich?Apakah dibidang kerohanian,which is menjadikan kamu dengan Tuhan lebih dekat, dibidang pendidikan,atau soal soal pergaulan?bikin perioritas dulu mana yang lebih penting. Sip, bagus kalau kamu akhirnya nyadar bahwa semua itu penting. So,pelan-pelan deh menjalaninnya. Slowly, but make it sure.
How to Be a Better Person
Sepertinya mudah ngejalanin step by step dibawah ini, tetapi coba aja lakukan. Jangan coba-coba menyerah kalu belum jadi a better person.
Niat dan Doa
Iya dong kalau nggak ada niat yang kuat menjadi lebih baik, gimana bisa berhasil. Apalagi kalu dipaksa sama orang lain,Ortu atau pacar misalnya. Ucapkan dalam hati kalau kamu ingin menjadi orang yang lebih baik, dan dengan tulus dan berharap kepada-Nya biar usaha kamu lancar.
Look onside yourself
Bikin daftar minus-minusnya kamu, kesalahan-kesalahan yang sudah kamu buat, termasuk kesalahan konyol yang bikin kamu malu abis, Akuin aja segala kekurangan kamu.ingat, ini langkah awal menjadi kamu yang lebih baik. Jjur pada diri sendiri/terbuka itu sangat dianjurkan buat dilakuin.
Make them up
Bagus, kamu sudah berhasil jujur dan temuin kekurangan dan kesalahan kamu.sekarang coba kamu analisa sendiri dan cari jalan keluarnya. Misalnya saja, kamu malez ngeberesin kamar sebelum pergi karena merasa “aman”karna ada ortu atau brother sister dirumah. Nah, mulai sekarang, latihan dong beres-beres kamar. Atau selama ini kamu nyadar udah nggak rukun sama teman-teman satu kost/kontrakan,coba dong pahami perasaannya dan berpositif thinking,biar kembali rukun dan sahabatan.
Jalanin dengan iklas
Ngedumel dalam menjalani niat yang baik yang sudah kamu bikin sendiri, kayaknya nggak penting deh. Usaha kamu jadi berat banget, bedakan kalau kamu ngejalaninnya dengan iklas. Bayangkan hasilnya kalAu pada akhirnya kamu berhasil menjadi orang yang lebih baik.Nggak hanya kamu koq yang hepi, tetapi juga orang-orang yang care sama kamu.
Sangatlah menarik jika kita membahas mengenai perilaku dan kepribadian orang lain. Sangatlah mengasyikan jika kita membicarakan, menghakimi, dan mencela perilaku orang lain. Memang benar,mencela akan lebih mudah daripada memuji. Tetapi yang menjadi pertanyaan sebenarnya adalah, apakah kita sudah benar-benar mengenal perikaku dan kepribadian kita sendiri? (who am I?) atau malah kita juga menjadi bahan pembicaraan orang lain? Menjadi bahan celaan orang lain? Pernakah kita berpikir demikian?
Jika kita pernah mendengar istilah-istilah, SANGUINIS, KHOLERIS, PHLEGMATIS, dan MELANKOLIS namun kita tidak tahu apa maksudnya, pada kesempatan ini, mari kita belajar bersama mengenainya. Tidak secara sangat mendetail, tetapi paling tidak, kita dapat menilai dan mengenal kepribadian dan perilaku kita melalui paparan ini.
Sebelum kita membahas lebih lanjut, ada hal yang perlu kita pahami sebelumnya mengenai kepribadian (personality). Mengenal kepribadian diri tidak hanya menguji dan memahami bagaimana sifat kita, tetapi kita dapat mengetahui bagaimana cara yang sebaik-baiknya untuk menggunakan aset anugerah Tuhan yang unik dari diri kita masing-masing untuk memahami jiwa kita, meningkatkan kepribadian kita, dan belajar mengenal orang lain serta menghadapi orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Begitu anda memahami bagaimana cara mengeluarkan yang terbaik dari diri kita, kita akan mendapati bahwa orang lain juga kelihatan lebih baik.
Kita akan belajar pengelompokan yang ditetapkan Hipocrates 2400 tahun yang lalu. Kita akan bersenang-senang dengan si Sanguinis, serius dengan si Melankolis, maji ke depan dengan si Kholeris, dan rileks dengan si Phlegmatis.
SANGUINIS
Selain senang bertemu dengan orang lain , sanguinis adalah si pencari perhatian yang ulung. Pembicaraan akan dimulai dan didominasi oleh si sanguinis. Tidak ada yang lebih menikmati hidup selain si sanguinis. Orang sanguinis selalu bersikap optimis dan dengan mudah terlibat dalam rencana dan proyek baru dengan antusiasme yang kuat. Sanguinis adalah seorang yang ramah, senang berjabat tangan, periang, senang berada di sekeliling orang lain, merasakan suka dan duka, dan harta yang terbesar dari si sanguinis adalah hatinya yang lembut dan berbelas kasih. Empati yang kuat. Tidak seorangpun yang dapat mengasihi atau melupakan anda lebih cepat dari si sanguinis. Tetapi, tentu saja ada kelemahan dari si sanguinis. Kecenderungan untuk berkamuan lemah dan tidak disiplin membuat mereka lebih mudah jatuh pada ketidakjujuran dan tidak dapat diandalkan. Selain itu faktor kekanak-kanakan atau ketidakdewasaannya juga menonjol. Sanguinis sangat takut mengalami penolakan, kegagalan atau celaan. Ego si sanguinis memang besar namun daya ingatnya sangat lemah. Suka menyela dan menjawab orang lain.
MELANKOLIS
Biasanya seorang melankolis memiliki IQ (tingkat kecerdasan intelektual) yang paling tinggi, memiliki bakat dan seni murni yang tinggi, dan memiliki tingkat penghargaan yang tinggi pada budaya. Melankolis adalah si empunya sifat yang paling kaya dan paling sensitif di antara semua tipe kepribadian. Dia kreatif dalam pemikiran, dan saat emosinya memuncak, ia akan dapat menciptakan produksi yang kreatif yang bernilai dan bermanfaat. Kecenderungan perfeksionisnya yang sangat kuat digabung dengan kemampuan analitisnya yang tinggi akan menjadikan dia si pemburu hal-hal yang sangat rinci. Dia jarang terlihat dan menjadi pusat perhatian, tetapi lebih senang bekerja di belakang layar. Ia cenderung menyendiri dan sangat disiplin. Kelemahan dari seorang melankolis adaalah mereka dapat tenggelam dalam depresi yang sangat berat dan tertekan setelah menyelesaikan proyek yang besar tanpa memperhatikan keadaan diri sendiri, tidak tidur, tidak makan, tanpa hiburan, sehingga emosi dan jasmani mereka benar-benar menjadi letih.
Sebagai perfeksionis (mengejar kesempurnaan) si melankolis cenderung menunda pekerjaan karena terlalu lama merencanakan dan karena standar yang ditetapkan sangat tinggi, baik untuk diri sendiri maupun orang lain, sehingga melankolis sering mengajukan tuntutan yang tidak realistis pada orang lain.
KHOLERIS
Bicara tentang kholeris, mari kita berbicara mengenai kepercayaan diri yang tinggi. Sekali memulai sebuah proyek, dengan keuletan dan tekad yang bulat dia akan mengarahkan tujuannya dengan mantap dan kemungkinan berhasil adalah sangat besar. Seorang kholeris adalah seorang yang praktis dan berazaz manfaat. Memiliki pemikiran yang cemerlang dalam berorganisasi, tetapi akan tertekan dengan pekerjaan yang memerlukan perincian. Dia sangat berbakat menjadi pemimpin namun biasanya keputusan yang diambil berdasarkan intuisi daripada analisa pikiran. Tetapi dia dapat cepat bertindak dalam menilai orang lain atau situasi dalam kondisi darurat. Dia senantiasa memandang hidup ini dengan optimis, semangat dan suka berpetualang, sampai-sampai ia rela meninggalkan kemapanan untuk suatu tantangan. Namun, karena kesukaannya bekerja keras, sang kholeris akan lupa dengan hal bernama rileks.Sifat kepemimpinannya yang sangat kuat sehingga sering membuatnya terlalu menekan dan menyepelekan orang lain dan tidak rela jika kendali lepas dari tangannya. Ini dikarenakan dia tidak tahu bagaimana cara menangani orang lain, akibatnya sering pula dia dengan mudah kehilangan kesabaran dan sering mempertahankan pendapat sendiri tanpa melihat kebenaran. Orang kholeris sangat sulit meminta maaf.
PHLEGMATIS
Phlegmatis yang damai adalah seorang pemikir dan perencana. Berbakat dalam diplomasi dan tidak menyukai kontroversi, lebih senang berunding daripada bertengkar. Ia memiliki kemampuan untuk mengenal waktu dengan rasa humor dan imajinasi yang dapat membangkitkan semangat. Si phlegmatis adalah seorang yang dapat diandalkan, baik sebagai teman maupun sebagai perencana dan pelaksana. Selain praktis dan efisien, dia dapat dengan hanya sedikit usaha dalam menyelesaikan sesuatu dengan standar akurasi dan ketepatan yang tinggi. Tetapi karena sifatnya yang introvert (seorang yang lebih suka memikirkan dirinya sendiri daripada orang lain), seorang phlegmatis sering menjadi “tidak kelihatan”. Antusiasmenya tidak kuat dan tidak suka dengan perubahan. Saking damainya, seorang phlegmatis cenderung bergerak lambat dan suka menunda pekerjaan., ini dikarenakan motivasi dirinya yang kurang dan seorang phlegmatis adalah seorang yang kurang bisa mengkomunikasikan perasaan. Akibatnya, sering karena keengganannya berkontroversi dan berargumentasi, seorang phlegmatis akan sulit dalam mengambil keputusan, bahkan akan sulit juga mengatakan tidak pada setiap peminta bantuan karena tidak mau menyakiti perasaan orang.
Setiap orang tidak hanya memiliki satu kepribadian, setiapa orang adalah campuran yang unik dari dua atau tiga kepribadian. Setelah kita sedikit lebih tahu bagaimana kepribadian kita, dan bisa melihat kepribadian orang lain lewat penjelasan di atas, apa yang kita bisa lakukan untuk mengembangkan diri kita? Apa yang harus kita kikis dalam kelemahan kita? Apa yang harus kita lakukan dalam berhubungan dengan orang lain?
Apapun kepribadian kita, ingatlah bukan label tetapi pemahaman atas kekuatan dan kelemahan kita sendirilah yang penting. Evaluasilah kelemahan kita, mintalah pendapat orang lain tentang kita, akui serta terima setiap kekurangan kita, karena dengan mengakui kekurangan kita adalah langkah pertama untuk meningkatkan kekuatan kita.
Tuhan tidak membuat kita semua sama. Dia menjadikan beberapa dari kita sebagai kaki untuk bergerak, mengatur, seperti sang kholeris. Dia menjadikan beberapa dari kita sebagai kepala untuk berpikir secara mendalam, merasakan, menulis, seperti sang melankolis. Dia menjadikan beberapa dari kita sebagai tangan untuk melayani, meratakan, meredakan, seperti si phlegmatis. Dan dia menjadikan beberapa dari kita mulut untuk bicara, mengajar, memberikan dorongan, seperti si sanguinis. Namun bila hanya bagian-bagian saja yang bekerja tidaklah cukup. Semua harus saling mendukung karena semua saling melengkapi sebagai satu tubuh. Tidak ada yang lebih baik, karena semua tidak sempurna. Namun, dengan kuasa Allahlah kita semakin disempurnakan, mengurangi kelemahan kita.
(Dikutip dari Majalah GROW terbitan Komisi Dewasa Muda GKI Gejayan)